sopo sing ngomong nek kowe ra iso?

Posted on February 12th, 2009 in Uncategorized by akufajar

“rasah ngodo, paling pol-pole koe ming entuk semono”

wis tau durung sampeyan dikandani koyo ngono?

hahaha

rasah emosi, tenang wae, sing penting sampeyan ki tetep dadi sampeyan dewe.

rasah kuciwa, nek perasaan koyo ngono paling ming ndadekake sampeyan krasa saya cilik tinimbang wong liya, kelebu wong kang nyacat mau

lha trus piye kang?

nah, siji sing paling penting kuwi, dadi wong urip kudu duweni “pusaka” kang kerep kasebat iman. Iman kuwi kang bakal ndadekake sawijining uwong unggul ono ing tumindake, amarga iman kuwi dadi “radosan” sing ujung-ujunge suwarga.

uwong kang tansah nyekel imane kanthi kuwat wis bakalan nemu kabekjan.

sawise duwe iman, uwong katuntut duwe ilmu.

Ilmu kang dimaksud yo kuwi ilmu kang bakal ndadekake manungsa luwih mulya. kanthi ilmu, manungsa bakal iso milih opo kang bener lan kleru, manfaat opo ora, nyilakani opo ora…

Iman lan ilmu dadi sampurna yen katindakake kanthi temenan. Krida koyo ngene dijenengi amal. luwih-luwih salah sijining tanda yen manungsa urip yo kuwi bergerak utawa obah. Obah kang katindakake kanthi niat kang lurus lan uga tanpa pamrih bakal nuwuhake bibit-bibit amal kang derajate duwur.

sedulurku kabeh…

percaya wae yen sampeyan bakal iso ngrampungke kabeh gawean.

sopo sing ngomong nek kowe ra iso?

setan!

ayo tandang gawe, cancut tali wanda!!!!!

fajar kanthi sumeh :)

Pernikahan sebagai Landasan Menuju Keluarga Sakinah

Posted on February 5th, 2009 in islami by akufajar

Pernikahan sebagai Landasan Menuju Keluarga Sakinah

Oleh: Hj. Yoyoh Yusroh, SPdi.

Muqoddimah

dakwatuna.com - Dalam Annual Report tahun 2004, UNFPA sebuah badan PBB yang menangani masalah kependudukan antara lain merekomendasikan perlunya penanganan serius terhadap hubungan antar generasi yang kurang harmonis, serta perhatian lebih besar terhadap masalah remaja.

Rekomendasi tersebut tampaknya cukup beralasan bila kita cermati realitas kondisi sosial masyarakat. Di Jakarta misalnya, tawuran pelajar belum juga mereda. Penggunaan NAZA bahkan sudah merambah pedesaan, juga fakta pelacuran ABG yang membuat kita semua terperangah. Angka pengidap HIV dipercaya berkisar ratusan ribu orang sampai tahun 2010 nanti, dan akhirnya hati kita semakin terpilin perih oleh kenyataan merebaknya anak jalanan akhir-akhir ini.

Penelaahan kita pada berbagai fakta di atas membawa kita pada perkiraan “something wrong is going on“. Kita dihadapkan pada kenyataan kegelisahan sosial yang semakin bergolak. Kita melihat wajah-wajah hampa tak tentu tujuan, kita pun bisa merasakan ada hati-hati yang sepah, senyap, dan begitu asing dari kehangatan. Kita tahu itu semua. Hanya kemudian, kita belum memutuskan, apakah kita akan sungguh sungguh hadir dan menghadirkan realitas itu dalam ruang kepedulian kita?

Berbagai ekspresi ketidakseimbangan sosial yang kita lihat menggambarkan kebutuhan yang sangat mendesak terhadap situasi yang lebih kondusif sesuai fitrah manusia. Situasi yang membuat semua orang menjadi berdaya dan mampu menghadapi berbagai terpaan sosial. Situasi yang sedemikian itu, keluargalah yang mampu memberikannya.

Keluarga sebagai basis inti masyarakat, adalah wahana yang paling tepat untuk memberdayakan manusia dan ‘mencekal’ berbagai bentuk frustasi sosial, ini adalah hal yang aksiomatis dan universal. Masyarakat Eropa misalnya, saat ini para sosiolog mereka merasa gelisah karena prediksi kepunahan bangsa. Betapa tidak, tatanan, sakralitas dan antusiasme terhadap keluarga sudah tipis sekali di kalangan muda mereka. Ini tentu saja berdampak buruk terhadap angka pertumbuhan penduduk. Hingga iming-iming berbagai hadiah dan fasilitas dari pemerintah bagi ibu yang melahirkan dan keluarganya, tidak membuat mereka bergeming. Berbagai penyakit sosial pun muncul. Mulai dari angka bunuh diri yang tinggi hingga anomali kemanusiaan yang lain.

Ini adalah saat yang tepat untuk memberi perhatian yang lebih besar terhadap keluarga, khususnya dalam skala nasional. Berbagai pelajaran di atas menyuarakan hal ini. Dan ini adalah tugas kita bersama.

I. Arti Pernikahan dalam Islam

Dalam menganjurkan ummatnya untuk melakukan pernikahan, Islam tidak semata-mata beranggapan bahwa pernikahan merupakan sarana yang sah dalam pembentukan keluarga, bahwa pernikahan bukanlah semata sarana terhormat untuk mendapatkan anak yang sholeh, bukan semata cara untuk mengekang penglihatan, memelihara fajar atau hendak menyalurkan biologis, atau semata menyalurkan naluri saja. Sekali lagi bukan alasan tersebut di atas. Akan tetapi lebih dari itu Islam memandang bahwa pernikahan sebagai salah satu jalan untuk merealisasikan tujuan yang lebih besar yang meliputi berbagai aspek kemayarakatan berdasarkan Islam yang akan mempunyai pengaruh mendasar terhadap kaum muslimin dan eksistensi ummat Islam.

II. Fungsi Keluarga dalam Islam

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, perlu diberdayakan fungsinya agar dapat mensejahterakan ummat secara keseluruhan. Dalam Islam fungsi keluarga meliputi :

A. Penerus Misi Ummat Islam

Dalam sejarah dapat kita lihat, bagaimana Islam sanggup berdiri tegap dan tegar dalam menghadapi berbagai ancaman dan bahaya, bahkan Islam dapat menyapu bersih kekuatan musryik dan sesat yang ada, terlebih kekuatan Romawi dan Persia yang pada waktu itu merupakan Negara adikuasa di dunia.
Menurut riwayat Abu Zar’ah Arrozi bahwa jumlah kaum muslimin ketika Rasulullah Saw wafat sebanyak 120.000 orang pria dan wanita [1]. Para sahabat sebanyak itu kemudian berguguran dalam berbagai peperangan, ada yang syahid dalam perang jamal atau perang Shiffin. Namun sebagian besar dari para syuhada itu telah meninggalkan keturunan yang berkah sehingga muncullah berpuluh “singa” yang semuanya serupa dengan sang ayah dalam hal kepahlawanan dan keimanan. Kaum muslimin yang jujur tersebut telah menyambut pengarahan Nabi-nya: “Nikah-lah kalian, sesungguhnya aku bangga dengan jumlah kalian dari ummat lainnya, dan janganlah kalian berfaham seperti rahib nashrani” [2].

Demikianlah, berlomba-lomba untuk mendapatkan keturunan yang bermutu merupakan faktor penting yang telah memelihara keberadaan ummat Islam yang sedikit. Pada waktu itu menjadi pendukung Islam dalam mempertahankan kehidupannya.

B. Perlindungan Terhadap Akhlaq

Islam memandang pembentukan keluarga sebagai sarana efektif memelihara pemuda dari kerusakan dan melidungi masyarakat dari kekacauan. Karena itulah bagi pemuda yang mampu dianjurkan untuk menyambut seruan Rosul.

Wahai pemuda! Siapa di antara kalian berkemampuan maka menikahlah. Karena nikah lebih melindungi mata dan farji, dan barang siapa yang tidak mampu maka hendaklah shoum, karena shoum itu baginya adalah penenang” ( HR.AL-Khosah dari Abdullah bin Mas’ud ).

C. Wahana Pembentukan Generasi Islam

Pembentukan generasi yang handal, utamanya dilakukan oleh keluarga, karena keluargalah sekolah kepribadian pertama dan utama bagi seorang anak. Penyair kondang Hafidz Ibrohim mengatakan: “Ibu adalah sekolah bagi anak-anaknya. Bila engaku mendidiknya berarti engkau telah menyiapkan bangsa yang baik perangainya“. Ibu sangat berperan dalam pendidikan keluarga, sementara ayah mempunyai tugas yang penting yaitu menyediakan sarana bagi berlangsungnya pendidikan tersebut. Keluarga-lah yang menerapkan sunnah Rosul sejak bangun tidur, sampai akan tidur lagi, sehingga bimbingan keluarga dalam melahirkan generasi Islam yang berkualitas sangat dominan.

D. Memelihara Status Sosial dan Ekonomi

Dalam pembentukan keluarga, Islam mempunyai tujuan untuk mewujudkan ikatan dan persatuan. Dengan adanya ikatan keturunan maka diharapkan akan mempererat tali persaudaraan anggota masyarakat dan antar bangsa.

Islam memperbolehkan pernikahan antar bangsa Arab dan Ajam (non Arab), antara kulit hitam dan kulit putih, antara orang Timur dan orang Barat. Berdasarkan fakta ini menunjukkan bahwa Islam sudah mendahului semua “sistem Demokrasi ” dalam mewujudkan persatuan Ummat manusia. Bernard Shaw mengatakan:

“Islam adalah agama kebebasan bukan agama perbudakan, ia telah merintis dan mengupayakan terbentuknya persaudaraan Islam sejak Seribu Tiga Ratus Lima Puluh tahun yang lalu, suatu prinsip yang tidak pernah dikenal oleh bangsa Romawi, tidak pernah ditemukan oleh bangsa Eropa dan bahkan Amerika Modern sekalipun “.

Selanjutnya mengatakan:

“Apabila Anda bertanya kepada seorang Arab atau India atau Persia atau Afganistan, siapa anda? Mereka akan menjawab “Saya Muslim (orang Islam)”. Akan tetapi apabila anda bertanya pada orang Barat maka ia akan menjawab “Saya orang Inggris, saya orang Itali, saya orang Perancis”. Orang Barat telah melepaskan ikatan agama, dan mereka berpegang teguh pada ikatan darah dan tanah air” [3].

Untuk menjamin hubungan persudaraan yang akrab antara anak-anak satu agama, maka Islam menganjurkan dilangsungkannya pernikahan dengan orang-orang asing (jauh), karena dengan tujuan ini akan terwujud apa-apa yang tidak pernah direalisasikan melalui pernikahan keluarga dekat.

Selain fungsi sosial, fungsi ekonomi dalam berkeluarga juga akan nampak. Mari kita simak hadist Rosul “Nikahilah wanita, karena ia akan mendatangkan Maal” (HR. Abu Dawud, dari Urwah RA). Maksud dari hadist tersebut adalah bahwa perkawinan merupakan sarana untuk mendapatkan keberkahan, karena apabila kita bandingkan antara kehidupan bujangan dengan yang telah berkeluarga, maka akan kita dapatkan bahwa yang telah berkeluarga lebih hemat dan ekonomis dibandingkan dengan yang bujangan. Selain itu orang yang telah berkeluarga lebih giat dalam mencari nafkah karena perasaan bertanggung jawab pada keluarga daripada para bujangan.

E. Menjaga Kesehatan

Ditinjau dari segi kesehatan, pernikahan berguna untuk memelihara para pemuda dari kebiasaan onani yang banyak menguras tenaga, dan juga dapat mencegah timbulnya penyakit kelamin.

F. Memantapkan Spiritual (Ruhiyyah)

Pernikahan berfungsi sebagai pelengkap, karena ia setengah dari keimanan dan pelapang jalan menuju sabilillah, hati menjadi bersih dari berbagai kecendrungan dan jiwa menjadi terlindung dari berbagai waswas.

III. Menegakkan Keluarga Sakinah sebagai Salah SAtu Fungsi Keluarga

Selain fungsi keluarga tersebut di atas, fungsi kesakinahan merupakan kebutuhan setiap manusia. Karena keluarga sakinah yang berarti: keluarga yang terbentuk dari pasangan suami istri yang diawali dengan memilih pasangan yang baik, kemudian menerapkan nilai-nilai Islam dalam melakukan hak dan kewajiban rumah tangga serta mendidik anak dalam suasana mawaddah warahmah. Sebagaimana dianjurkan Allah dalam surat Ar-Rum ayat 21 yang artinya:

Dan diantara tanda-tanda kebesaran-Nya ia ciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenang kepadanya dan dijadikannya diantaramu rasa cinta dan kasih saying. Sesungguhnya dalam hal ini terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang memikirkan”. (QS. Ar-Ruum:21)

Faktor-Faktor Pembentukan Keluarga Sakinah

A. Faktor Utama:

Untuk membentuk keluarga sakinah, dimulai dari pranikah, pernikahan, dan berkeluarga. Dalam berkeluarga ada beberapa hal yang perlu difahami, antara lain :

1. Memahami hak suami terhadap istri dan kewajiban istri terhadap suami

a. Menjadikannya sebagai Qowwam (yang bertanggung jawab)

  • Suami merupakan pemimpin yang Allah pilihkan
  • Suami wajib ditaati dan dipatuhi dalam setiap keadaan kecuali yang bertentangan dengan syariat Islam.

b. Menjaga kehormatan diri

  • Menjaga akhlak dalam pergaulan
  • Menjaga izzah suami dalam segala hal
  • Tidak memasukkan orang lain ke dalam rumah tanpa seizin suami

c. Berkhidmat kepada suami

  • Menyiapkan dan melayani kebutuhan lahir batin suami
  • Menyiapkan keberangkatan
  • Mengantarkan kepergian
  • Suara istri tidak melebihi suara suami
  • Istri menghargai dan berterima kasih terhadap perlakuan dan pemberian suami

2. Memahami hak istri terhadap suami dan kewajiban suami terhadap istri

a. Istri berhak mendapat mahar

b. Mendapat perhatian dan pemenuhan kebutuhan lahir batin

  • Mendapat nafkah: sandang, pangan, papan
  • Mendapat pengajaran Diinul Islam
  • Suami memberikan waktu untuk memberikan pelajaran
  • Memberi izin atau menyempatkan istrinya untuk belajar kepada seseorang atau lembaga dan mengikuti perkembangan istrinya
  • Suami memberi sarana untuk belajar
  • Suami mengajak istri untuk menghadiri majlis ta’lim, seminar atau ceramah agama

c. Mendapat perlakuan baik, lembut dan penuh kasih saying

  • Berbicara dan memperlakukan istri dengan penuh kelembutan lebih-lebih ketika haid, hamil dan paska lahir
  • Sekali-kali bercanda tanpa berlebihan
  • Mendapat kabar perkiraan waktu kepulangan
  • Memperhatikan adab kembali ke rumah

B. Faktor Penunjang

1. Realistis dalam kehidupan berkeluarga

  • Realistis dalam memilih pasangan
  • Realistis dalam menuntut mahar dan pelaksanaan walimahan
  • Realistis dan ridho dengan karakter pasangan
  • Realistis dalam pemenuhan hak dan kewajiban

2. Realistis dalam pendidikan anak

Penanganan Tarbiyatul Awlad (pendidikan anak) memerlukan satu kata antara ayah dan ibu, sehingga tidak menimbulkan kebingungan pada anak. Dalam memberikan ridho’ah (menyusui) dan hadhonah (pengasuhan) hendaklah diperhatikan muatan:

  • Tarbiyyah Ruhiyyah (pendidikan mental)
  • Tarbiyah Aqliyyah (pendidikan intelektual)
  • Tarbiyah Jasadiyyah (pendidikan Jasmani)

3. Mengenal kondisi nafsiyyah suami istri

4. Menjaga kebersihan dan kerapihan rumah

5. Membina hubungan baik dengan orang-orang terdekat

a. Keluarga besar suami / istri
b. Tetangga
c. Tamu
d. Kerabat dan teman dekat

6. Memiliki ketrampilan rumah tangga

7. Memiliki kesadaran kesehatan keluarga

C. Faktor Pemeliharaan

1. Meningkatkan kebersamaan dalam berbagai aktifitas

2. Menghidupkan suasana komunikatif dan dialogis

3. Menghidupkan hal-hal yang dapat merusak kemesraan keluarga baik dalam sikap, penampilan maupun prilaku

Demikianlah sekelumit tentang pernikahan dan pembentukan keluarga sakinah. Semoga Allah memberi kekuatan, kesabaran dan keberkahan kepada kita dalam membentuk keluarga sakinah yang mawaddah wa rahmah sehingga terealisir izzatul islam walmuslimin. Amin. []

Catatan Kaki:

[1] Albidayah Wan Nihayah, oleh Ibnu Katsir 5:356, Al Ishobah fi Tamyizis Shohabah, Ibu Hajar 1:3

[2] Al Jami’ Ash-shogir, oleh As-suyuthi, HR. Baihaqi dari hadits Abi Amanah RA

[3] Majalah Al-Wa’yu, Jum 1969, Hal 6

Daftar Pustaka:

  1. Al-qur’an Terjemahan
  2. Al-Iroqi, Butsaiman As-sayyid. Rahasia Pernikahan yang bahagia, Cetakan I.Pustaka Azzam, Jakarta, Oktober 1997
  3. Isa, Abdul Ghalib Ahmad. Pernikahan Islam, cetakan I, Pustaka Manthiq, Solo April 1997
  4. Yusuf, Husein Muhammad. Keluarga Muslim dan Tantangannya, Cetakan 9, Gema Insani Press, Mei 1994
  5. Hamid, Muhammad abdul Halim, Bagaimana membahagiakan Istri, Cetakan 2 Citra Islami Press, September 1993
  6. Hawwa, Said, Panduan Membina Rumah Tangga Islami
  7. Qardawi, prof. Dr. Yusuf, Ruang Lingkup Aktifitas wanita Muslimah, Pustaka Al-kautsar, Cetakan II, Juli 1996

Mengoptimalkan Potensi Daerah-daerah Selatan Pulau Jawa Sebagai Lumbung Pangan Nasional

Posted on February 5th, 2009 in pertanian by akufajar
Mengoptimalkan Potensi Daerah-daerah Selatan Pulau Jawa Sebagai Lumbung Pangan Nasional
Sumber Berita : Pers Release
Menteri Pertanian, Anton Apriyantono melakukan kunjungan kerja secara marathon selama enam hari (27 Januari sampai dengan 1 Februari 2009) lintas darat menyusuri daerah-daerah selatan Propinsi Banten, Jawa Barat, dan sebagian daerah utara Jawa Tengah. Pak Anton mengatakan bahwa kunjungan kerja ini untuk memantau dan mengevaluasi secara langsung di lapangan apakah program-program Departemen Pertanian selama 4 tahun berjalan ini benar-benar berjalan dengan baik, bermanfaat bagi masyarakat serta sekaligus menampung aspirasi masyarakat khususnya para petani di pedesaan baik yang terkait dengan kendala-kendala yang dihadapi para petani dalam melaksanakan program-program maupun harapan-harapan ke depan terhadap program-program yang digulirkan oleh Departemen Pertanian tersebut.

Setidaknya ada 7 program atau kegiatan utama yang menjadi fokus pemantauan selama kunjungan Kerja ini, yaitu (1) Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN), merupakan program yang menitik-beratkan pada upaya pemberdayaan untuk peningkatan produksi beras secara nasional, rata-rata minimal 5% per tahun, dilaksanakan melalui bantuan benih unggul bersertifikat, pupuk organik serta bimbingan dan pelatihan metode Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT); (2) Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP). PUAP merupakan salah satu upaya penanggulangan kemiskinan dan pengangguran di pedesaan yang secara umum basis ekonominya adalah pertanian dalam arti luas. Program ini digulirkan melalui bantuan modal usaha yang dikucurkan melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), satu desa satu Gapoktan, serta kegiatan pelatihan dan pandampingan baik dalam manejemen pengelolaan modal dan kegiatan-kegiatan teknis seperti budidaya, pasca panen, pengolahan maupun pemasaran. Gapoktan melalui program PUAP ini diharapkan nantinya akan mampu membentuk dan mengembangkan lembaga keuangan mikro di pedesaan yang dikelola sendiri oleh Gapoktan; (3) Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3). Merupakan kegiatan penguatan lembaga-lembaga keagamaan yang secara umum mereka memang sudah mengakar di masyarakat diantaranya pondok-¬pondok pesantren, subak, dsb melalui bantuan permodalan untuk mengembangkan kegiatan dan usaha di bidang agribisnis, serta kegiatan-kegiatan pelatihan dan pendampingan, dengan maksud utama (a) memperkuat kemandirian di bidang ekonomi dengan agribisnis (b) melatih para santri sejak dini keterampilan di bidang agribisnis sehingga begitu lulus mereka sudah siap mandiri dan (c) mendorong pemberdayaan masyarakat sekitarnya untuk maju di bidang agribisnis; (4) Program Percepatan Swasembada Daging Sapi, melalui kegiatan Sarjana Membangun Desa (SMD) dengan bantuan permodalan untuk usaha pembibitan dan penggemukan sapi, dan subsidi bunga pinjaman bagi masyarakat yang hendak mengembangkan pembibitan sapi, yang diikuti dengan pelatihan-pelatihan teknis dalam ber-agribisnis sapi, juga program pusat perbibitan sapi; (5) Penguatan infrastruktur pertanian, dalam upaya ketersediaan infrastruktur pertanian seperti antara lain jaringan irigasi tersier, jalan usaha tani serta sarana yang mendukung kegiatan pascapanen dan pengolahan hasil pertanian: (6) Penguatan Sistem Penyuluhan dengan pengadaan Tenaga Harian Lepas (THL) dan Pengamat Organisme Penganggu Tanaman (POPT). THL merupakan langkah terobosan Departemen Pertanian untuk menanggulangi kebutuhan Penyuluh Pertanian yang dari tahun ke tahun semakin menurun jumlahnya, sementara pengangkatan penyuluh baru sangat terbatas, sementara POPT merupakan tenaga pendamping petani di bidang perlindungan tanaman terhadap ancaman hama dan penyakit dengan metode pencegahan dan pengobatan alami yang tidak merusak lingkungan. Dan (7) Primatani, merupakan program rintisan dan akselerasi pemasyarakatan inovasi teknologi pertanian spesfik lokasi dilaksanakan secara partisipatif oleh semua pemangku kepentingan pembangunan pertanian pada tingkat desa.

Selama kunjungan kerja, Menteri Pertanian, disamping mendapatkan masukan-masukan dari masyarakat petani, LM3, penyuluh maupun aparat mulai dari desa, kecamatan sampai kabupaten, juga melihat langsung di lapangan bahwa semua program-program tersebut sampai dan dirasakan manfaatnya oleh para petani, LM3, Peserta SMD maupun THL baik dalam peningkatan produksi maupun peningkatan pendapatan dan keterampilan mereka. Dari program P2BN, misalnya, terjadi peningkatan produksi padi 15-32%, pembangunan Jaringan Irigasi Usaha Tani mampu meningkatkan intensitas tanam dari 1 kali setahun menjadi 2 sampai 3 kali setahun, Semua masyarakat yang ditemui dan berdialog dengan Menteri Pertanian, mengharapkan program-program tersebut di atas tetap dilanjutkan dan juga meminta agar areal, desa ataupun jumlah kelompok tani yang dilibatkan juga diperbanyak. Selain itu, untuk THL para petani benar-benar merasakan keberadaannya karena itu hampir semua kelompok tani mengusulkan agar THL-THL diperbanyak dan diapresiasi dengan segera diangkat menjadi PNS. Bagi para petani/kelompok tani yang termasuk dalam program P2BN, kendala kebutuhan pupuk dapat diantisipasi dengan kemandirian menghasilkan pupuk-pupuk organik. Adapun, program Primatani diantaranya terjadinya transfer teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat sehingga memberikan nilai tambah yang maksimal. Salah satu contoh kisah sukses dari program Primatani ini adalah di Desa Cigedu Kabupaten Pemalang, melalui pengembangan ternak terpadu yang hasil sampingannya mampu mensubstitusi penggunaan minyak tanah dengan gas hasil dari biogas, dan sekaligus pupuk organik sebagai substitusi pupuk kimia.

Temuan yang memprihatinkan Menteri Pertanian adalah (1) buruknya prasarana jalan daerah selatan terutama di Daerah Cianjur Selatan, Sukabumi Selatan, Garut Selatan dan Lebak merupakan salah satu faktor penyebab mahalnya sarana produksi, sementara di sisi lain harga produk di tingkat petani sangat rendah di banding daerah lainnya yang lebih maju; (2) hampir semua lahan sawah di daerah selatan adalah lahan tadah hujan, sehingga tanam hanya 1 kali setahun pada musim hujan, sedangkan pada musim kemarau kesulitan air. Di sisi lain aliran sungai di sekitarnya relative banyak. Sentuhan Pemerintah berupa pembangunan bendungan dan irigasi sekunder, akan merubah daerah-daerah selatan ini menjadi sentra¬-sentra baru yang sangat potensial bagi ketersedian pangan secara nasional, dan (3) para petani di daerah selatan ini sangat antusias menanam padi dan sangat responsive terhadap program-program pertanian yang digulirkan pemerintah baik pusat maupun daerah, sehingga pada musim hujan hampir setiap jengkal tanah ditanami padi sampai ke bukit-bukit, sehingga rawan terjadinya erosi. Sementara banyak lahan-lahan PTPN dan perusahaan swasta di sekitarnya tidak dikelola secara baik.

Untuk memperbaiki kondisi tersebut di atas, dan memperkecil kesenjangan antara daerah utara dan selatan di Pulau Jawa serta menjadikan daerah-daerah selatan ini menjadi lumbung-lumbung pangan baru; maka penempatan prioritas (1) pembangunan dan perbaikan jalan utama, desa dan usaha tani; (2) pembangunan bendungan, irigasi primer dan irigasi sekunder juga berbagai sarana penyediaan air seperti; penggunaan kincir angin untuk memindahkan air dari sungai ke jaringan irigasi; pembuatan cek-dam, embung-embung, sumur dangkal, sumur dalam, dan lain-lain. Di beberapa daerah lain persoalan yang terjadi adalah meluapnya air sungai di musim penghujan yang merendam sebagian persawahan menyebabkan puso. Oleh karena itu penting melakukan pengendalian sungai-sungai ini mulai dari hulu sampai hilir dengan kegiatan-kegiatan penghijauan dan pengendalian banjir. Dan (3) pemanfaatan lahan-lahan terlantar milik PTPN dan swasta melalui reformasi agraria; merupakan suatu hal mendesak untuk direalisasikan.

Press Release : Hasil Kunjungan Kerja Menteri Pertanian

Sumber: Biro Hukmas Deptan

Sosialisasi Kebijakan Pupuk Bersubsidi

Posted on February 5th, 2009 in pertanian by akufajar

Sosialisasi Kebijakan Pupuk Bersubsidi
Sumber Berita : Inspektorat Jenderal

Pada hari Jum’at, 23 Januari 2009 pukul 10.00 WIB bertempat di Ruang Achmad Afandi Gedung B Inspektorat Jenderal Departemen Pertanian berlangsung kegiatan Sosialisasi Kebijakan Pupuk Bersubsidi. Acara sosialisasi dibuka oleh Inspektur Jenderal Departemen Pertanian Bapak Dr. Mulyanto, M.Eng dan dihadiri para Pejabat Eselon II dan Auditor lingkup Itjen Deptan.

Selain itu, acara dihadiri pula oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Bapak Ir. Sutarto Alimoeso, MM. Sedangkan narasumber yang dihadirkan adalah Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Dep. Perdagangan; Direktur Jenderal Anggaran Departemen Keuangan; dan Deputi Bidang Usaha Agro Industri, Kehutanan, Kertas, Percetakan dan Penerbitan  Menteri Negara BUMN.

Dalam acara tersebut, peserta sepakat bahwa gerakan pemanfaatan pupuk organik perlu terus menerus disosialisasikan agar ketergantungan pemanfaatan pupuk anorganik menjadi berkurang.

Sebagai penutup acara, kegiatan Sosialisasi Kebijakan Pupuk Bersubsidi menghasilkan rumusan hal-hal sebagai berikut :

Pemerintah memberikan subsidi pupuk (insentif) untuk sektor pertanian (prioritas utama untuk tanaman padi) sejak tahun 2003 dan masih dilanjutkan sampai tahun 2009 supaya petani dapat memperoleh pupuk sesuai azas 6 tepat (jenis, jumlah, harga, tempat, waktu, dan mutu)  untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Kebutuhan pupuk disusun berdasarkan kebutuhan riil di tingkat lapangan (RDKK) dan rencana kebutuhan pupuk bersubsidi ditetapkan oleh Menteri Pertanian dan selanjutnya dijabarkan dalam Peraturan Gubernur untuk alokasi masing-masing Kabupaten/Kota dan Peraturan Bupati/Walikota untuk masing-masing Kecamatan.
Pemerintah melalui Kementerian Negara BUMN menugaskan BUMN Pupuk untuk memproduksi pupuk bersubsidi dan menjamin pengadaan dan penyalurannya sampai ke tangan petani bekerjasama dengan distributor dan pengecer.
Pembiayaan subsidi pupuk diberikan dalam bentuk:
Reguler yaitu selisih harga pokok penjualan (HPP) yang ditetapkan oleh Menneg BUMN dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Mentan dikali volume pupuk yang disalurkan ke lini IV (pengecer).
Bantuan langsung pupuk (gratis) melalui PT SHS dan PT Pertani.

Sistem Distribusi Pupuk Bersubsidi:
Diatur dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 21 tahun 2008 mulai dari tingkat produsen (lini I) sampai dengan pengecer (lini IV) dan dalam kondisi tertentu bila distributor dan pengecer tidak dapat menyalurkan pupuk bersubsidi penyalurannya dapat dilakukan langsung dari produsen ke petani.
Pengecer hanya melayani petani/kelompok tani terdaftar (pola tertutup berbasis RDKK).

Pemanfaatan pupuk bersubsidi meningkat seiring dengan:
peningkatan harga komoditas pertanian.
dosis pupuk di tingkat petani lebih tinggi dari yang diperhitungkan dalam SK Gubernur/Bupati/Walikota.
musim tanam yang maju dari bulan yang direncanakan

Pengawasan penyaluran dan pemanfaatan pupuk bersubsidi oleh Bupati dan Dinas-dinas terkait di tingkat lapangan masih minim yang disebabkan oleh rendahnya alokasi anggaran pengawasan.
Kelangkaan pupuk bersubsidi dan upaya mengatasinya antara lain:
Penyusunan RDKK sesuai kebutuhan riil dan diverifikasi oleh instansi terkait.
Peningkatan kapasitas produksi untuk memenuhi kekurangan alokasi pupuk bersubsidi yang besar.
Percepatan penerbitan SK Bupati sebagai pedoman bagi Produsen pupuk untuk menyalurkan pupuk bersubsidi dan peningkatan fleksibilitas SK Gubernur dan SK Bupati dalam hal penyaluran pupuk.

Ke depan diperlukan:
perbaikan perencanaan, produksi, penyaluran, penggunaan pupuk bersubsidi di tingkat lapangan, dan peningkatan pengawasan.
kerjasama pelaksanaan pengawasan antar Itjentan dan Itjendag.(her/dhs)

referensi : www.deptan.go.id

tentang manusia

Posted on February 4th, 2009 in Uncategorized by akufajar

cita, cinta, cipta dan charity

waktu kutulis ini, didepanku ada tembok mirip relief candi, air gemericik, operator yg kesandung (aduh lg mikir ap mba?), ikan, info2 warnet, monitor, dll

aku mikir, semua itu ada hikmah dibaliknya bro!

hhhhmmmmm ku jadi teringat sm kata2 tmen2ku yg isinya tentang hidup dan bagaimana kita menghidupkannya

well, yg pasti tiap manusia menjalani hidupnya dengan berbagai macam kemudahan dan kesulitan. itu smua adalah hal yg menjadikan kita lebih mulia dibandingkan makhluk yg lain…

buat smua diriku dan semua temen2kua…hargailah hidupmu dan jadikan itu sebagai bekalmu…ok

simple plan (lagi)

Posted on February 3rd, 2009 in Uncategorized by akufajar

klo nonton videonya jd inget temen2ku yg telah meninggalkanku cz kena penyakit ini…

kanker….

Ya Allah, Ya Rabb…lindungilah kami semua dari segala macam penyakit yang dapat menghambat keoptimalan doa dan usaha kami Ya Alloh. berikan kami kekuatan untuk dapat menjaga orang disekitar kami, orang yang kami sayangi. amin…

temen2 semua tetaplah peduli dengan lingkungan sekitar. jadikan diri kita sebagai sahabat bagi makhluk lain….

jadikan dunia ini sehat….

ayo!

hatimu mendung?

Posted on February 3rd, 2009 in Uncategorized by akufajar

hampir tiap hari, daerahku “eyup” karena “mendung”

sisi positifnya sih yaaaa ga panas gt

sisi negatifnya : “pemehanku ora garing-garing!!!!”

tapi ada hal lain yg tak boleh terjadi yakni “hati yang mendung”

menurutku sih klo hati itu enaknya ya tetep pada warna asalnya, “suci”

yap, kita emang pernah and mungkin sedang puny bnyk maslh. itu jg jd penyebab mendungnya hati. lha fajar sendiri jg menyadari koq, klo kehidpan ga akan lepas dr yg namanya cobaan.

yuk sama-sama hadapin itu semua, biar hidup kita enjoy tapi tetep full kerja dan doa

tetep slg mmotivasi

ttp slg membantu

slg peduli

hiaaaattttt….fiiiiigggghhhhtttt!!!!!!!

SIMPLE PLAN - save you -

Posted on January 29th, 2009 in Uncategorized by akufajar

lagu ini menurutku emang didedikasikan pada penderita kanker di seluruh penjuru dunia… videonya mengharukan

“Save You”

Take a breath
I pull myself together
Just another step till I reach the door
You’ll never know the way it tears me up inside to see you
I wish that I could tell you something
To take it all away

Sometimes I wish I could save you
And there’re so many things that I want you to know
I won’t give up till it’s over
If it takes you forever I want you to know

When I hear your voice
Its drowning in a whisper
It’s just skin and bones
There’s nothing left to take
And no matter what I do I can’t make you feel better
If only I could find the answer
To help me understand

Sometimes I wish I could save you
And there’re so many things that I want you to know
I wont give up till it’s over
If it takes you forever I want you to know

That if you fall, stumble down
I’ll pick you up off the ground
If you lose faith in you
I’ll give you strength to pull through
Tell me you won’t give up cause I’ll be waiting if you fall
Oh you know I’ll be there for you

(Ahahaha)
If only I could find the answer
To take it all away

Sometimes i wish i could save you
And there’re so many things that I want you to know
I wont give up till it’s over
If it takes you forever I want you to know
(Oh)
I wish I could save you
I want you to know
(Ohohh)
I wish I could save you (oh)

Rumus Canggih

Posted on January 29th, 2009 in Uncategorized by akufajar
Rumus Canggih
Album : Senyum Dong Fren
Munsyid : Justice Voice
http://liriknasyid.com
*Dibolak balik kok makin asyik
Makin dibaca semakin menarik
Coba diresapi kok tambah asyik
Sampe-sampe mata gak mau melirik 2x

Reff 1:
Orang bilang (hey) kalo baca Qur’an (hey)
Hati jadi tentram (hey) hidup jadi ringan (hey)
Lalu kucoba (hey) dan terus kucoba (hey)
Eh ternyata bener… syukur alhamdulillah…
Alhamdulillah… 2x

( Fill in “mau dilanjut??)
(back to * and Reff 2)

Reff 2:
Orang bilang (hey) kalo baca Qur’an (hey)
Otak jadi cerdas (hey) pikir jadi tajam (hey)
Lalu kubaca (hey) dan terus kubaca (hey)
Selesai membaca aku nemu rumus canggih…

(Fill in “hah, rumus canggih??!!”)
bener nggak?… bener…
betul nggak?… betul….
sumpeh nggak?… sumpeeeh…
(Fill in “rumus apa atuh… Akang?”.. + rame-rame)

Rumus tentang kehidupan, rumus tentang peradaban
Rumus tentang kemanusiaan, rumus tentang keimanan
Rumus tentang PERNIKAHAN, rumus tentang kebahagiaan
Rumus tentang keadilan, rumus tentang kebenaran
Semuanye ade di dalam Al-Qur’an

(back to * trus (reff 1 & 2)
Ending:
Dibolak balik (dgn cannon)
Rame-rame ngajak ngaji

Rumus Canggih
karya: Asep JV
Arr.: Asep, Jusvan & JV
Vokal: Asep
Backing Bariton: Feli, Back 1: Eko P, Back 2: Jusvan
Instrumen: Faris & Wiwied
Bass: Wiwied

kemiripan wajah part-7 (End)

Posted on January 29th, 2009 in Uncategorized by akufajar

wah part 7 man!

ga kerasa yah….

heh emang gitu? wong tulisan kemarin cm dr Hp jd dikit doanx

Well, inilah hidup. Ada banyak kemungkinan dan kita tidak mungkin secara serampangan dapat menebak kemungkinan apa yang akan pasti datang pada detik berikutnya

Selaku makhluk yang diciptakan, kita sering terlupakan dengan opsi-opsi kehidupan yang bila dipertimbangkan secara seksama justru akan menambah cabang solusi dari berbagai permasalahan  yang kita alami.

Berbahagialah bagi manusia yang telah menorehkan amaliah positif di akhir hidupnya. Bahkan beberapa manusia seperti ini akan terus dikenang oleh orang lain, meskipun roda waktu telah bergulir dan berbagai perubahan terjadi.

Berbahagialah pula bagi orang yang telah menemukan orang lain yang dapat mengingatkan pada orang lain pula. Tentunya orang ketiga ini adalah orang yang hebat di masa lalu. Hebat karena telah membuktikan bahwa jurang perbedaan tak akan menghalangi hubungan interpersonal. Hebat karena diakhir hidupnya mungkin tidak pernah mengetahui bahwa ia sangat didamba karena ketulusannya.

Kemiripan rupa merupakan salah satu kemungkinan yang diberikan Tuhan untuk kembali mengingatkan manusia akan pentingnya semangat hidup. Eh maap bukan hanya semangat hidup but juga right and justice…

“eh dia mirip adikku yang uda meninggal”

“Ya Allah dia mirip ayahku yang lagi pergi ke Amrik”

“Busyet tuh isterimu yah? koq mirip banget?”

de-el-el
hmmmm

thats all guys
KHATIMAH :

bait-bait ini dedicated for siapapun yg merasa seprti ini….

kawan

(janji kepada Rama)
Kawan, kau

kuat

tulus

setia

pengertian

Kawan, telah kauingatkan

hidup itu

penuh cobaan

penuh perjuangan

penuh jalan keluar

semangat

……

Rama, ingat

rawatlah kharismanya

dengan

kesejahteraan

keadilan

kasih sayang

dan doa

meski aku jauh

tak sekalipun diri

kan rela

ia tersakiti

………

akhirnya

kawan,

terima kasih
———————————————————
kembali

(dawai satu-enam)
hai aku,

engkau telah dipanggil oleh nada firdaus

yang merdu dan tiada sumbang

tapi engkau

malah berpaling

kepada nada nostalgia

gitar berdawai empat ini

hai aku,

engkau terpesona

dengan lirik roman memori ini

yang indah dan penuh makna

beri arti hidupmu

hai aku,

engkau terbuai

berdendang

bersama muka lain

baju lain

meski engkau tahu

mereka tak setulus suaramu

hai aku,

engkau masih dipanggil!

engkau mendengar

dan terus mendengar…

hai aku,

sungguh engkau tahu

panggilan itu adalah nada

gitar berdawai enam

yang coba dipetik

seribu pemuja

sejuta kesatria

hai aku,

panggilan itu tetap kepadamu

percaya jadi intonasinya

sayang jadi sajaknya

paham jadi sarinya

hai aku,

engkau sadar

engkau paham

engkau berbuat

hai aku,

saatnya kembali

pada gitar berdawai sempurna

hai aku,

beruntunglah engkau
Godean street’s

300109@SaVeYouSimplePlan.http://www.fajar.tk

Next Page »